SAYYID QUTHB
Beberapa hari yang lalu di Republika Online ada komentar dari Syekh Al-’Alim Yusuf Al-Qordhowi yang mengatakan bahwa Sayyid Qutb harus bertanggung jawab terhadap aksi-aksi kekerasan di dunia Islam saat ini. Komentar Al-’Alim tadi sejalan dengan pernyataan Ja’far Umar Tholib di salah satu statiun TV.
Pernyataan tersebut begitu mengusik karena mencakup sosok mulia Sayyid Quthb. Bahkan Ja’far Umar Tholib menyebut lebih spesifik buku Ma’alim Fi At-thoriq yang ditulis Sayyid Quthb adalah inspirasi kekerasan yang ada di dunia Islam saat ini.
Alhamdulillah, Alfaqir telah bergabung dengan sekian ratus ribu bahkan sekian juta bersama muslimin lainnya untuk menela’ah Ma’alim Fi Ath- Thoriq Sayyid Qutb.
Jelas sekali buku tersebut adalah Qur’ani. Beliau -rohimhullah- melalui buku tersebut mampu merubah sudut pandang seseorang yang jahiliyyah menjadi seseorang yang mempunya word view yang qur’ani.
Kata-kata seperti Kufr, Jahiliyyah, Thoghut, Wala’ begitu gamblang ma’na dan madlulnya dalam untaian kalimat yang beliau susun sehingga ada furqoonan di dalam diri orang yang membaca buku tersebut. Bagi Al-faqir, kitab Ma’alim Fi Th-thoriq justru harus dikaji bagi setiap muslim yang sedang memasuki percaturan politik dunia saat ini sehingga setiap muslim jelas wala’nya.
Bahkan, Al-faqir justru bertanya tanya tentang tholabatil ‘ilmi yang fasih mengatakan : Inna Fitnata Haadza Azzamaan Huwa Sayyid Quth wa Dlolaluhu (istihza’an bi dzilalil qur’an) yang berarti sumber fitnah di zaman ini adalah Sayyid Qutb dan kesesatannya (yang mereka maksud kesesatannya adalah tafsir Fi Dzilali Al-Qur’an yang mereka pelesetkan). Mereka hanya meniru ucapan masyayikh (masyasikh salathin) mereka dan di saat yang sama mereka diam seribu bahasa terhadap penguasa-penguasa mereka bahkan ketika penguasa-penguasa tersebut memberikan wala’nya kepada orang-orang kafir penjajah pun mereka mencari dalih pembenaran, apologetik.
Adapun dihubungkannya aksi-aksi kekerasan yang ada saat ini dengan Sayyid Quth maka hal ini adalah persoalan serius yang perlu diberi catatan-catatan :
1. Kekerasan dalam konteks menguris penjajahan adalah hal yang ma’jur karena orang yang terbunuh mempertahankan harta, kehormatan dan jiwanya adalah syahid. Dalam konteks ini maka Mujahidin Afghanistan, Iraq, Kashmir, Gaza jika ikhlas adalah tentara-tentara Allah di muka bumi.
2. Kita harus memahami bahwa kekerasan di wilayah damai di dunia Islam saat ini bahkan ada korban yang muslim adalah suatu makar musuh-musuh Islam untuk menjauhkan Islam dari Ummat. Tindakan yang keji itu seperti yang tindakan yang dilakukan oleh Kaisar Romawi untuk mendiskreditkan orang-orang Nasrani saat itu. Kaisar membakar kotanya sendiri kemudian menuduh bahwa pelakunya adalah orang kristen. Yang demikian itu kaesar lakukan ketika terancam dg posisi orang-orang nasrani yang semakin mendapat dukungan. Seperti itulah tindakan kekerasan yang terjadi di wilayah damai di dunia Islam saat ini adalah rekayasa musuh-musuh Islam untuk menjauhkan Ummat dari Islam dan aktivisnya.
3. Kekerasan di wilayah-wilayah damai di dunia Islam saat ini tidak pernah terjadi kecuali sesudah WOT (War On Terorisme) dilancarkan barat.
Jauh panggang dari api. Itulah tamsil yang paling tepat bagi yang menuduh Sayyid Qutb sebagai sumber kekerasan. Sayyid Quthb mempunyai Visi yang agung di karyanya Ma’alim Fith thoriq.
Selain Ma’alim fi Ath-thoriq, Sayyid Qutb juga menulis Fii Dzilaali Al-Qur’an, sebuah kitab Tafsir dg laun (ittijah) tersendiri. Beliau menyempurnakan tafsir tersebut ketika beliau dipenjara oleh rezim Mesir.
Kitab tafsir tersebut telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh GIP. Hanya saja ada yang tereduksi di dalam terjemahan karena kendala bahasa. Siapa saja yang mempunyai kemampuan bahasa Arab yang memadai pasti akan merasakan adanya ruh ketika membaca kitab ini (begitu juga yang membaca terjemahannya juga akan merasakan semangat yang ada di dalam Fii Dzilaalil Qur’an).
Adapun tuduhan bahwa Sayyid Qutb adalah penganut aqidah yang menyimpang maka hal itu hanyalah sekedar tuduhan. Bahwa ada kelemahan dalam Fii Dzilaalil Qur’an maka likulli ‘aalim hafwah wa likulli faris kabwah, tak ada gading yang tak retak.
Wallahu A’lam.
iya mas Fadh, sayyid quthb tertuduh dg tuduhan yang ”keji”.
Semua orang ada pasti ada salahnya, bukan berarti adanya kesalahan pada beliau terus kita tinggalkan semua pendapatnya/
assalamu’alaikum
boleh km ambil di-web kami?
boleh … boleh … syukron tawarannya