Pertanyaan : Bagaimanakah perihal wanita yang ingin menunaikan puasa enam hari dibulan syawal sementara dia masih punya tanggungan halangan yang harus diqodho?.
Jawab : Wanita tersebut harus mengqodho puasa Ramadhan yang ditinggalkannya terlebih dahulu sehingga dia akan mendapatkan keutamaan ibadah puasa syawal.
Memang, beberapa kitab fiqh bahkan mausu’ah fiqhiyyah kuwaitiyyah, al jami’ liahkaamishshiyam, sekalipun tidak mencantumkan syarat bahwa si wanita tersebut harus mengqodho puasa Ramadhan terlebih dahulu atau dengan kata lain tidak didapati ungkapan yang tegas dari banyak fuqoha bahwa syarat puasa syawal harus ditunaikannya puasa Ramadhan secara sempurna terlebih dahulu.
Akan tetapi, alhamdulillah ada sebagian kecil dari ahli ilmu yang mampu mengungkapkan syarat tersebut.
Untuk lebih jelasnya kita telaah hadits yang dijadikan alasannya :
من صام رمضان ثم أتبعه ستا من شوال فذاك صيام الدهر
Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan enam hari dari bulan syawal maka itulah puasa dahr, seperti puasa sepanjang masa.
Hadits tersebut sebagaimana kata asy syaukani dalam nailul author diriwayatkan oleh Aljama’ah minus Bukhori dan Nasa’i dan Ahmad meriwayatkannya dari Jabir.
Redaksi dari hadits tersebut secara implisit mensyaratkan ditunaikannya puasa Ramadhan terlebih dahulu karena faedah yang ada pada huruf athof tsumma.
Ibnu Aqil dalam alfiyah mengatakan :
والفاء للترتيب باالتصال وثم للترتيب بانفصال
itu artinya huruf athof fa’ dan tsumma mempunyai faedah littartiib, perbuatan yang berurutan.
Jadi mafhum puasa enam hari dari bulan syawwal yang ada dalam hadits tersebut sehingga dicapai keutamaanya adalah apabila ditunaikan setelah disempurnakannya puasa Romadhon bukan sekedar setelah bulan Ramadhan yaitu Syawwal.
Namun apabila ada udzur seperti sakit, nifas dan udzur syar’i yang lain sehingga selesainya qodho Romadhon berlangsung di luar bulan Syawwal maka tidak mengapa.
Wallahu A’lam.
Assalamu ‘alaikum. Maaf, saya belum mengerti bagaimana faedah huruf athof itu menunjukan syarat disempurnakannya puasa Romadhon? Disebutkan di atas karena faedah yang ada pada huruf athof tsumma. Apakah faedah littartiib itu menunjukan syarat disempurnakan?
Assalamu ‘alaikum. Maaf, saya belum mengerti. Bagaimana faedah huruf athof itu menunjukkan syarat disempurnakannya puasa Romadhon? Apakah faedah littartiib itu yang menunjukkan syarat disempurnakan?
Syukron.
To Naki.
Assalamu alaikum.
1. Perlu kami tegaskan kembali, bahwa menyempurnakan ramadhan adalah sayarat bagi shoim enam hari bulan syawal adalah hal yang diperselisihkan, bahkan kami belum menjumpainya dalam kutub syafiiyyah namun itu adalah pandangan sebagian fuqoha mu’ashirin akan tetapi menurut pandangan mu’ashirin tersebut kami pandang cukup bagus sebagaimana yang kami nukil.
2. Bahwa tidak semua huruf athof berfaedah tartib, wau misalnya maka dia (wau) berfaedah ithlaqul jam’i adapun fa’ maka dia berfaedah tartib, sehingga dalam riwayat fa atba’ahu sittan min syawwal yang sebelumnya diawali man shooma romadhona ( au ma’nahu ) maka pada riwayat tersebut mengisyaratkan syarat disempurnakannya Ramadhan, karena pada frase man shoma romadhona diisyaratkan padanya romadhona kaamilan karena tentu pada frase shoma yang berarti ”telah” sebagaimana faedah fiil madhi dan diikuti dengan romadhona yang di sebutkan dalam ayat man syahida minkum asy syahro serta dirinci dengan sabda nabi asy syahru hakadza (29) maka difahamilah syarat tersebut bukan semata mata huruf athofnya yang berfaedah syarat. Wallahu A’lam.