Berikut ini saya upload : Deklarasi Muhsin yang mengatasnamakan Sunnah dan Syiah.
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
Allahumma Shalli Ala Muhammad wa Ali Muhammad
Demi melaksanakan perintah Allah swt: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah di antara saudaramu dan takutlah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat kasih sayang-Nya”, dan demi memenuhi panggilan Rasulullah saw pada haji wada’: “Janganlah kamu kafir kembali dengan saling membunuh di antara sesama kamu. Jadilah semua hamba Allah itu bersaudara,” kami ahli Kiblat yang sama, yang diikat dengan kalimat Tauhid La ilaha illallah Muhammad Rasulullah, yang berpegang teguh pada al-Quran dan Sunnah Nabawiah, dengan ini bertekad untuk:
1. Memendam dalam-dalam warisan perpecahan dan permusuhan di antara kaum mukmin dalam kuburan sejarah.
2. Menghidupkan hubungan di antara kami dalam suasana saling mengasihi, saling melindungi, saling menopang, dan saling membantu.
3. Melaksanakan komunikasi dialogis di antara kami untuk saling memahami dan bukan untuk saling menghakimi, untuk saling manyayangi, dan bukan untuk saling membenci.
4. Menjalankan kerjasama di antara kaum muslim dan dengan umat beragama lainnya untuk mewujudkan Islam sebagai Rahmatan lil ‘alamin.
5. Menjadikan masjid-masjid sebagai pusat ukhuwah Islamiah dan pusat peradaban Islam.
Untuk mewujudkan tekad dan iktikad itu, kami berhimpun dalam wadah Majelis Ukhuwah Sunni-Syiah Indonesia, disingkat MUHSIN. Semoga Allah yang Mahakasih menjaga kami dengan mata-Nya yang tidak pernah tidur, melindungi kami dalam benteng-Nya yang tidak pernah hancur, mengasihi kami dengan kekuasaan-Nya. Dialah satu satunya harapan kami.
Jakarta, Jumat, 17 Jumadil Akhir 1432 H/ 20 Mei 2011
H. Jalaluddin Rakhmat H. Daud Poliradja
Ketua Dewan Syura IJABI PP. Dewan Masjid Indonesia
Opini Pribadi Saya :
Siapaun dari kita – muslimin- sangat merindukan persaudaraan, mencintai ahli bait dan juga mencintai para sahabat Nabi SAW.
Tapi masalah yang masih mengganjal bagi saya terhadap saudara saudara saya dari golongan Syiah ketika membahas kekhalifahan berujung kepada pencelaan terhadap beberapa sahabat Nabi, seperti terhadap Sayyidina Abi Bakar, Sayyidina Umar bahkan terhadap Ummul Mukminin dengan celaan yang sangat tidak pantas diucapkan kepada seorang muslim apalagi terhadap para sahabat Nabi.
Pun pula, upaya mereka untuk meruntuhkan riwayat riwayat Sunni layaknya orientalis.
Wallahu A’lam